KOTA TARAKAN -- Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Tarakan menyelenggarakan pelatihan Pramuka Peduli Bencana atau Brigade Penolong di gedung KNPI Tarakan pada Minggu, 20 Desember 2020.
Ketua Panitia Pelaksana yang juga Wakil Kepala Bidang Humas dan Abdimas Kwarcab Kota Tarakan Kapten Sukarno menjelaskan, pelatihan tersebut menghadirkan beberapa narasumber.
Ia menyampaikan bahwa narasumber yang dilibatkan dalam pelatihan yaitu dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), dan dari Search And Rescue (SAR).
Diharapkan dengan narasumber ahli tersebut, dapat memberikan suatu wacana kepada anggota Brigade Penolong ini ikut aktif dalam berbagai misi kemanusiaan di Kota Tarakan, misalnya dalam bencana banjir, tanah longsor, dan lainnya.
Sementara itu, Ketua Harian Kwarcab Kota Tarakan Kak Thajuddin Noor dalam keterangannya menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi kode-kode kehormatan Gerakan Pramuka yang ada dalam Tri Satya dan Dasa Dharma.
“Kegiatan ini sebenarnya bukan kegiatan baru, jadi inikan program Kwartir Nasional bahwa salah satu yang dimasukkan dalam kode-kode kehormatan Gerakan Pramuka itukan menolong sesama hidup,” ujar Kak Thajuddin Noor.
Pramuka Brigade Penolong ini, menurut Kak Thajuddin Noor, dipersiapkan untuk bagaimana mereka mempunyai empati terhadap sesama. Karena di Pramuka lebih menanamkan nilai-nilai kemanusiaan.
Menurutnya, dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, juga sudah menyatakan secara konkrit bahwa Gerakan Pramuka adalah organisasi pendidikan non formal. Sehingga, lanjutnya, pihaknya memang harus mengedukasi daripada anggota Gerakan Pramuka, terutama melalui Gerakan Pramuka Peduli.
Gerakan Pramuka selalu dilibatkan dalam setiap misi kemanusiaan. Kak Thajuddin menceritakan bahwa pada 2019 yang lalu, ada kebakaran di Sebengkok, para pramuka dilibatkan.
"Paling tidak mereka bisa merasakan bagaimana penderitaan orang lain,” tuturnya.
Lebih lanjut, Kak Thajuddin menyampaikan bahwa Brigade Penolong sebenarnya sudah hadir di Kota Tarakan, namun lama tidak aktif. Pihaknya berharap dapat terus melakukan edukasi kepada anggota Pramuka Peduli atau Brigade Penolong agar rasa kepedulian mereka untuk membangun semangat nasionalisme, tetap terus terbangun. **
