KALTARA -- Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kalimantan Utara (Kwarda Kaltara) menerima kunjungan dari Persekutuan Pengakap Malaysia Cawangan Sabah berjumlah 18 orang pada Jumat, 13 Desember 2024.
Pertemuan ini menjadi bagian dari kerjasama lintas batas negara antara Kalimantan Utara di Indonesia, dan Sabah di Malaysia, juga merupakan bagian dari romantisme sejarah kewilayahan kita sebagai rumpun Melayu. Sebelum masa kemerdekaan, Kalimantan Utara menjadi bagian yang masuk dalam sistem kerajaan atau kesultanan Bulungan.
Dalam sambutannya, Kak Dr. H. Suriansyah,M.AP selaku Ketua Kwarda Kaltara mengatakan Hubungan ini tidak sekadar bilateral dalam konteks internasional. Lebih dari itu, kita punya sistem sosial yang saling bergantung dan menguntungkan yang sudah terbangun sejak nenek moyang kita.
"Oleh karena itu, silaturahmi hari ini sebagai komitmen kita merawat hubungan yang sudah baik ini. Meski beda negara, kita merupakan bagian dari sistem sosial yang saling membutuhkan," ujarnya.
Kunjungan yang dilakukan juga sebagai balasan dari kunjungan kami Kwarda Pramuka Kalimantan Utara pada November 2024 lalu. Kwarda Kaltara ke sana dalam rangka belajar, studi tiru dalam kerja-kerja kepramukaan.
Anggota Persekutuan Pengakap Malaysia Cawangan Sabah ke Bumi Benuanta dengan beberapa agenda. Salah satunya penanaman mangrove. Penanaman pohon mangrove sebagai implementasi nilai-nilai Pramuka atau dasar darma Pramuka, yang salah satunya yaitu Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia.
Langkah ini telah menjelajahi program internasional. Pada tahun 2021, presiden RI bersama sejumlah Duta Besar negara sahabat juga melakukan penanaman mangrove di Kalimantan Utara. Bahkan provinsi ke-34 ini disebut-sebut sebagai wilayah dengan potensi hutan mangrove terbesar di dunia.

