TANJUNG SELOR -- Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kalimantan Utara tahun ini akan menjadi tuan rumah Perkemahan Wirakarya Nasional (PWN). Kegiatan tingkat nasional untuk pramuka penegak dan pandega ini terakhir diselenggarakan di Jambi pada 2021 silam yang disebut-sebut sebagai PWN Berkelanjutan.
Menilik sejarah, Perkemahan Wirakarya, dalam kepanduan global disebut dengan istilah Community Development. Kegiatan ini merupakan gagasan dari Kak Sultan Hamengku Buwono IX, Bapak Pramuka Indonesia.
Perkemahan Wirakarya atau juga disebut sebagai Kemah Bakti merupakan salah satu wadah kegiatan untuk membangun dan menguatkan semangat kebangsaan serta semangat kepedulian yang menjadi komitmen kuat seluruh pemuda bersama unsur pendukungnya.
Sebelum dicetuskan sebagai Program Perkemahan Wirakarya, Gerakan Pramuka telah menggerakkan sekitar 2.400 pramuka penegak dan pembina yang berasal dari Kwartir Daerah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Sumatera Selatan, dan Papua mengikuti perkemahan yang berlangsung selama 1 bulan di desa Sukadamai, Tambun-Bekasi, 5 Juli s.d. 6 Agustus 1964.
Setelah itu, secara resmi Perkemahan Wirakarya tingkat nasional pertama diselenggarakan pada tahun 1968 dengan program pembangunan bendungan irigasi di Sungai Cihideung.
Perkemahan Wirakarya ini sebagai salah satu upaya untuk merealisasikan dan mengintegrasikan pramuka dengan masyarakat dan sebagai darma bakti kepada rakyat. Kegiatan dilaksanakan selama 4 bulan, pada tanggal 5 Mei sampai dengan 30 Agustus 1968.
Kegiatan itu melibatkan setidaknya 7.000 peserta pramuka penegak dan pramuka pandega dari seluruh Indonesia yang datang dengan bergiliran secara bergantian sebanyak 300 sampai dengan 500 orang per gelombangnya di desa Cihideung, kecamatan Ciampea, kabupaten Bogor.
Peserta Perkemahan Wirakarya Nasional 1968 mempunyai tugas pokok membangun bendungan dan saluran irigasi sepanjang 20 meter yang difungsikan untuk pengarian sawah seluas kurang lebih 640 Hektar.
Diharapkan semangat ribuan pramuka pada Perkemahan Wirakarya Nasional pertama tersebut nanti mampu mendorong para penegak dan pandega di masa kini untuk lebih inovatif dengan cara mereka dekat dengan masyarakat, sesuai perkembangan zaman yang ada. (c84)

